TRADISI REWANGAN SEBAGAI MEDIA PELESTARIAN BAHASA DAERAH DAN PENGUATAN BUDAYA LOKAL DI TENGAH ARUS DIGITALISASI: STUDI DI DUSUN ROGOMULYO, DESA TERAS, KABUPATEN BOYOLALI
Contributors
Ika Martanti Mulyawati
Keywords
Proceeding
Track
General Track
License
Copyright (c) 2025 International Conference on Cultures & Languages

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengkaji peran tradisi rewangan sebagai sarana pelestarian bahasa daerah dan penguatan budaya lokal di tengah gelombang digitalisasi, dengan fokus studi di Desa Rogomulyo, Kabupaten Boyolali. Tradisi rewangan, yakni kegiatan gotong royong yang dilaksanakan ibu-ibu saat hajatan, merupakan ruang sosial yang berpotensi besar dalam mempertahankan penggunaan bahasa Jawa serta mewariskan nilai-nilai budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa tradisi rewangan masih aktif dijalankan dan menjadi wadah alami penggunaan bahasa Jawa ngoko dan krama secara kontekstual. Tradisi ini juga berperan sebagai media edukasi nilai-nilai seperti gotong royong, sopan santun, dan kekeluargaan. Namun, partisipasi generasi muda cenderung menurun akibat pengaruh media digital dan perubahan gaya hidup. Kendati demikian, dokumentasi digital terhadap kegiatan rewangan melalui media sosial menghadirkan peluang baru untuk melestarikan tradisi dan bahasa secara adaptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rewangan memiliki nilai strategis dalam menjaga kelangsungan bahasa daerah dan budaya lokal, serta dapat dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi digital secara kreatif.