PEMIKIRAN SOSIAL-KEISLAMAN KH. HASYIM ASY'ARI DAN RELEVANSINYA TERHADAP KONSEP KETAHANAN BUDAYA PADA MASYARAKAT DIGITAL


Date Published : 7 December 2025

Contributors

Muzaiyana

Author

Hurin Hayati Alin

Second Author

Keywords

KH. Hasyim Asy’ari pemikiran sosial-keislaman ketahanan budaya Islam Nusantara era digital etika digital

Proceeding

Track

General Track

License

Copyright (c) 2025 International Conference on Cultures & Languages

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Abstract

Transformasi sosial pada era digital telah memberikan perubahan penting terhadap kebiasaan dan corak hidup, nilai budaya, serta pola hubungan sosial masyarakat Muslim Indonesia. Dalam konteks ini, ketahanan budaya menjadi aspek krusial untuk menjaga identitas keislaman dan kearifan lokal dari ancaman disrupsi nilai akibat globalisasi digital. Artikel ini mengkaji pemikiran sosial-keislaman KH. Hasyim Asy’ari, seorang ulama kharismatik pendiri Nahdlatul Ulama, yang memiliki kontribusi besar dalam pembentukan karakter keislaman dan keindonesiaan. Artikel ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif berbasis literatur, dengan  penelusuran nilai-nilai sosial yang terkandung dalam karya-karyanya. Diantaranya kitab Adab al-‘Alim wa al-Muta‘allim, Risalah Ahl al-Sunnah wa al-Jama‘ah, dan Muqaddimah Qanun Asasi NU. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemikiran KH. Hasyim Asy’ari menekankan pentingnya adab, ukhuwah, keilmuan, serta tanggung jawab sosial sebagai fondasi moral masyarakat. Nilai-nilai tersebut terbukti relevan untuk membangun ketahanan budaya di era digital, khususnya dalam menghadapi tantangan seperti disinformasi, krisis identitas, dan polarisasi sosial di media digital. Argumentasi artikel ini bahwa pemikiran KH. Hasyim Asy’ari dapat direkontekstualisasi sebagai basis etika digital Islam Nusantara yang moderat, toleran, dan berbasis kearifan lokal. Dengan demikian, warisan intelektual beliau tidak hanya penting dalam sejarah, tetapi juga strategis untuk memperkuat identitas budaya Islam di tengah dinamika digital yang semakin kompleks.

References

Afendi, A. H., Widuatie, R. E., Nursugiharti, T., Yulianto, A., & Al-Amin, A. A. (2024). Reviving the Legacy of KH Hasyim Asy’ari: Embracing Techno-Islamic Pedagogy for Contemporary Education. At-Ta’dib, 19(1), 1-16.
Afif, Y. U., & Ningrum, A. R. S. (2024). The Peran Strategis Pendidikan Agama Islam (Pai) Dalam Membentuk Generasi Berakhlak Dan Berwawasan Keislaman Di Era Digital: Peran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Pembentukan Akhlak. MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam, 5(2), 308-324.
Ansari, A. (2024). Islam Nusantara: Keanekaragaman Budaya Dan Tradisi. LISAN AL-HAL: Jurnal Pengembangan Pemikiran dan Kebudayaan, 18(2), 226-247.
Arifin, B., & Baihaqi, M. H. (2025). Relevance of KH. Hasyim Asy’ari’s Thought on Character Education in The Era of Society 5.0. Nidhomiyyah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 6(1), 73-84.
Asnan, H., Handoko, C., & Arrohmatan, A. (2023). Ide Kebangsaan Dan Pendidikan Etika Hasyim Asy’Ari Dalam Konteks Kekinian. Jurnal Insan Cendekia, 4(1), 54-66.
Asy’ari, H. (1924). Adabul Alim Wal Muta’allim. Jombang: Maktabah Turats Islamiy, 1415.
Bahrudin, A., Idi, A., Karoma, K., Hidayatullah, H., & Afryansyah, A. (2024). Tantangan Pembelajaran pada Pesantren di Era Digital. Indonesian Research Journal on Education, 4(4), 2458-2462.
Baskoro, T. (2024). Digital Disruption: Landscape of E-Business for Competitive Advantage. Advances in Business & Industrial Marketing Research, 2(1), 1-14.
Darsyah, S. (2025). Rekonstruksi Pendidikan Karakter Dalam Perspektif Kh Hasyim Asy’ari Pada Kitab Adab Al-‘Alim Wal Muta’allim Dan Relevansinya Dengan Merdeka Belajar (Doctoral Dissertation, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau).
Dewitanti, A., Prasetya, B. W., Diamanta, B. A. P., Hafizh, H. A., Ramadani, N. A. N., & Nugraha, J. T. (2024). Media Sosial: Sumber Inspirasi Atau Degradasi Karakter? Studi Tentang Pengaruhnya Terhadap Moralitas Mahasiswa. Journal of Governance and Public Administration, 2(1), 84-94.
Fathurrahman, D. M. (2022). Implementasi moderasi beragama di Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta (Bachelor's thesis, FU).
Firmansyah, A. H. R., Dewi, C. N., Najmiah, N., Chairunnisa, S. K., Fuadin, A., & Putri, V. I. (2024). Krisis Pemahaman Moral dan Etika dalam Penggunaan Media Sosial. Artikulasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(1), 34-40.
Hasan, Z., Wijaya, B. S., Yansah, A., Setiawan, R., & Yuda, A. D. (2024). Strategi dan tantangan pendidikan dalam membangun integritas anti korupsi dan pembentukan karakter generasi penerus bangsa. Perkara: Jurnal Ilmu Hukum dan Politik, 2(2), 241-255.
Mandala, I., Witro, D., & Juraidi, J. (2024). Transformasi Moderasi Beragama Berbasis Digital 2024: Sebagai Bentuk Upaya Memfilter Konten Radikalisme dan Ekstremisme di Era Disrupsi: Digital-Based Religious Moderation Transformation 2024: An Effort to Filter Radicalism and Extremism Content in the Age of Disruption. Jurnal Bimas Islam, 17(1), 127-160.
Murharyana dkk, “The Existence of Nahdlatul Ulama Da'wah in the Era of Digitalization and Disruption”, Wasilatuna: jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam,Vol.7 no. 2024.
Nasir, M., & Khusairi, A. (2024). Islam Transnasional: Tantangan Bagi Moderasi Beragama di Indonesia. MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama, 4(1), 15-34.
Nugroho, S. V., Aryanto, A., & Perdana, N. J. (2024). Analisis Dampak Pelanggaran Privasi Dan Etika Digital Melalui Konten Tiktok: Studi Literatur. Jurnal Serina Sains, Teknik dan Kedokteran, 2(1), 183-194.
Paramansyah, A., & Muhyidin, M. (2024). Pandangan KH Hasyim Asy’ari terhadap Adab Seorang Ilmuwan dan Relevansinya di Era Digital. Jurnal Dirosah Islamiyah, 6(1), 100-108.
Pramita, N. W., Yusuf, A., Akbar, M. I. F., & Ubaidillah, M. F. (2024). Relevansi konsep pendidikan Hasyim Asy’ari dengan kehidupan konteks modern. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(3), 5058-5072.
Saini, M. (2024). Pesantren dalam Era Digital: Antara Tradisi dan Transformasi. Tasamuh: Jurnal Studi Islam, 16(2), 342-356.
Salim, A., Hermawan, W., Bukido, R., Umar, M., Ali, N., Idris, M., ... & Azizah, N. (2023). Moderasi Beragama: Implementasi dalam Pendidikan, Agama dan Budaya Lokal.
Sazali, H. (2025). Krisis Etika Komunikasi di Media Sosial: Analisis Multidisipliner terhadap Peran Algoritma, Literasi Digital, dan Regulasi dalam Mewujudkan Ruang Publik Digital yang Bertanggung Jawab. Jurnal Indonesia: Manajemen Informatika dan Komunikasi, 6(2), 1342-1352.
Setyaningrum, N. D. B. (2017). Tantangan Budaya Nusantara dalam Kehidupan Masyarakat di Era Globalisasi. Jurnal Sitakara, 2(2).
Silalahi, M. M. H. (2024). Konstruksi Pemikiran Mohammed Arkoun Tentang Masyarakat Modern. Khidmat, 2(2), 413-421
Umar, M. T. (2020). Islam dalam Budaya Jawa Perspektif Al-Qurân. IBDA: Jurnal Kajian Islam dan Budaya, 18(1), 68-86.
Arkoun, M. (2003). Rethinking Islamic Thought: Contributions to a Modern Interpretation of the Quran. Saqi Books.
Hasyim Asy’ari, K. (1996). Adab al-‘Alim wa al-Muta‘allim [Adab ilmuwan dan murid]. (Transl. & ed.). Pustaka Amani.
Hasyim Asy’ari, K. (1999). Risalah Ahl al-Sunnah wa al-Jama‘ah [Risalah kaum Ahlussunnah wal Jamaah]. Pustaka Pesantren.
Hasyim, M. (2021). Etika digital dalam perspektif Islam: Tantangan dan peluang di era media sosial. Jurnal Studi Islam, 18(2), 134-150.
Nahdlatul Ulama. (2010). Muqaddimah Qanun Asasi Nahdlatul Ulama. Lajnah Bahtsul Masail NU.
Tilaar, H. A. R. (2002). Budaya dan pembangunan. Grasindo.
Wahid, A. (2015). Islam Nusantara: Tradisi moderasi Islam di Indonesia. Jurnal Studi Islam Nusantara, 7(1), 25-40.

Downloads

How to Cite

Muzaiyana, M. (2025). PEMIKIRAN SOSIAL-KEISLAMAN KH. HASYIM ASY’ARI DAN RELEVANSINYA TERHADAP KONSEP KETAHANAN BUDAYA PADA MASYARAKAT DIGITAL. International Conference on Cultures & Languages, 1044-1064. https://conferences.uinsaid.ac.id/iccl/paper/view/806