PERAN DAN PEMIKIRAN TUAN GURU MUHAMMAD SAMAN BIN H. ABDUL MUHI
Contributors
Mina Zahara
Ali Muzakir
Dian Mursyidah
Keywords
Proceeding
Track
General Track
License
Copyright (c) 2025 International Conference on Cultures & Languages

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Abstract
Penelitian ini mengkaji kehidupan dan peran Tuan Guru Muhammad Saman bin H. Abdul Muhi (1911–1987), seorang ulama kharismatik yang berasal dari kawasan Seberang Kota Jambi. Kajian biografi ini bertujuan untuk merekonstruksi perjalanan hidup, kontribusi keilmuan, dan peran sosial keagamaan beliau dalam masyarakat Jambi pada abad ke-20. Penelitian ini membahas tentang seorang tokoh agama yaitu Tuan Guru Muhammad Saman Bin H. Abdul Muhi di Kelurahan Ulu Gedong Kecamatan Danau Teluk Seberang Kota Jambi. Dengan bertujuan ingin meneliti lebih lanjut tentang biografi dari Tuan Guru Muhammad Saman Bin H. Abdul Muhi. Kemudian ingin mengetahui bagaimana peran dan pemikiran Tuan Guru Muhammad Saman Bin H. Abdul Muhi terhadap Madrasah Nurul Iman dan masyrakat sekitaran Pondok. Kemudian ingin mengetahui karya-karya Tuan Guru Muhammad Saman Bin H. Abdul Muhi seperti kitab-kitab yang di tulis oleh Tuan Guru Muhammad Saman Bin H. Metode yang digunakan adalah pendekatan historis-kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, wawancara, dan analisis dokumen, dengan menggunakan metode heuristik dengan melakukan langkah-langkah dalam mengumpulakan data yakni, observasi, wawancara, dokumentasi, verifikasi, interpretasi, historiogrfi. Setelah melakukan tahap tersebut maka didapat berbagai data dari Tuan Guru Muhammad Saman Bin H. Abdul Muhi seperti lahir pada tanggal 10 November 1911, pada usia 7 tahun Tuan Guru Muhammad Saman Bin H. Abdul Muhi menepuh pendidikan di Mekkah, Kitab yang di tulis oleh Tuan Guru Muhammad Saman Bin H. Abdul Muhi Sirojul Abidin yang masih di pakai oleh murid maupun masyarakat Kel. Danau Teluk sampai sekarang. penelitian menunjukkan bahwa Tuan Guru Muhammad Saman tidak hanya dikenal sebagai pengajar ilmu agama yang mendalam, tetapi juga sebagai pemimpin spiritual yang dihormati, tokoh penggerak pendidikan Islam tradisional, serta mediator sosial dalam menyelesaikan berbagai persoalan umat. Warisan keilmuan dan keteladanan moralnya masih dirasakan hingga kini oleh para murid dan komunitas pesantren yang pernah beliau bina. Kajian ini menegaskan pentingnya mendokumentasikan sejarah lokal dan figur ulama sebagai bagian integral dari narasi besar sejarah Islam di Indonesia.