Kesantunan Berbahasa Mahasiswa sebagai Sarana Studi Bahasa dan Penguatan Identitas Budaya


Date Published : 5 December 2025

Contributors

TIYA AGUSTINA

Author

Keywords

kesantunan berbahasa sapaan tingkat tutur identitas budaya mahasiswa

Proceeding

Track

General Track

License

Copyright (c) 2025 International Conference on Cultures & Languages

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Abstract

Kesantunan berbahasa merupakan aspek fundamental dalam interaksi sosial yang merefleksikan norma budaya, identitas kultural, dan nilai sosial suatu masyarakat. Pada perguruan tinggi, interaksi mahasiswa di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga arena pembentukan identitas dan internalisasi nilai budaya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk kesantunan berbahasa mahasiswa, menganalisis fungsinya sebagai sarana studi bahasa, serta mengidentifikasi perannya dalam penguatan identitas budaya mahasiswa di tengah arus globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswa aktif UKM UIN Raden Mas Said Surakarta yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, simak, dan dilanjutkan dengan teknik catat. Untuk menjaga keabsahan data, digunakan triangulasi teknik dan sumber. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, & Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mempraktikkan kesantunan berbahasa secara beragam. Bentuk sapaan yang digunakan mencakup sapaan formal (Pak, Bu, Dik), sapaan kekerabatan Jawa (Mas, Mbak, Kang, Pakdhe), sapaan populer dan global (Bro, Bos), hingga penggunaan nama diri. Selain itu, tingkat tutur Jawa (krama, madya, ngoko) digunakan secara adaptif berdasarkan faktor usia, status akademik, keakraban, serta konteks situasional. Sapaan formal dan krama berfungsi menjaga hierarki sosial, sapaan kekerabatan meneguhkan identitas lokal, sementara sapaan gaul dan global memperkuat solidaritas generasi muda serta menandai keterbukaan terhadap budaya global. Di sisi lain, bentuk tuturan yang tampak kurang santun dalam konteks tertentu dapat berfungsi positif sebagai penanda keakraban atau humor. Temuan ini menegaskan bahwa kesantunan berbahasa mahasiswa bersifat dinamis, adaptif, dan kontekstual. Praktik kesantunan tersebut bukan hanya instrumen komunikasi efektif, tetapi juga sarana negosiasi identitas budaya, penguatan solidaritas sosial, serta pelestarian nilai kultural dalam masyarakat akademik multikultural. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian sosiopragmatik; secara praktis, mendukung pengembangan pendidikan bahasa di perguruan tinggi yang menyeimbangkan dimensi linguistik dan budaya.

References

Bolotnikova, A., Talovyria, H., & Chernyshov, V. (2021). Politeness as a Language Category. UDC, 32(4), 7–11. https://doi.org/https://doi.org/10.32838/2710-4656/2021.4-2/02
Brown, P. (2015). Politeness and language. Elsevier.
Chaer, A. & L. A. (2004). Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. PT Rineka Cipta.
Fasold, R. W. (1990). The Sociolinguistic of Language. Blackwell.
Fernández-Mallat, V. (2020). Forms of address in interaction: Evidence from Chilean Spanish. Journal of Pragmatics, 161(1), 95–106. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.pragma.2020.03.006.
Hwang, J. Y. (2024). Cross-cultural communication in global business. GSC Advanced Research and Reviews, 21(3), 457–469. https://doi.org/https://doi.org/10.30574/gscarr.2024.21.3.0481
Ibrahim, A. S. (1995). Sosiolinguistik: Sajian Tujuan, Pendekatan, dan Problem-Problemnya. Usaha Nasional.
Kornielaieva, Y. (2019). Politeness Phenomenon. Scientific Journal of Polonia University, 32(1), 99–106. https://doi.org/https://doi.org/10.23856/3212
Leech, G. (2014). The Pragmatics of Politeness. Oxford University Press.
Lusiana. (2004). Kata sapaan dalam bahasa Karo. Universitas Sumatera Utara.
Miles, M.B, Huberman, A.M, & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis, A Methods Sourcebook, Edition 3. Sage Publications.
Morand, D. A. (2003). Politeness and the clash of interaction orders in cross-cultural communication. Thunderbird International Business Review, 45(5). https://doi.org/https://doi.org/10.1002/tie.10089
Nkirote, A. (2024). The Pragmatics of Politeness in Cross-Cultural Communication. European Journal of Linguistics, 3(3), 27–39. https://doi.org/https://doi.org/10.47941/ejl.2052
Nurlina, W. (2006). Pemakaian bahasa sapaan oleh penjual dan pembeli di Pasar Bringharjo Yogyakarta. Universitas Negeri Yogyakarta.
Rosanti, D. (2009). Analisis penggunaan bahasa gaul dalam wacana cerpen remaja di Tabloid Gaul. Universitas Negeri Semarang.
Simatupang, M., & Naibaho, L. (2021). Language Politeness. Proceedings of the 2nd Annual Conference on Blended Learning, Educational Technology and Innovation.
Soomro, M., & Larina, T. (2024). Sociopragmatic Variations: Addressing Practices of Pakistani English Speakers in Multilingual Academic Setting. Jordan Journal of Modern Languages and Literatures. https://doi.org/https://doi.org/10.47012/jjmll.16.2.8.
Soomro, M., Rajper, M., & Koondhar, M. (2023). An Axiological Discussion: Address Forms as Reflectors of Values in Multilinguals. SJESR, 6(1), 147–158. https://doi.org/https://doi.org/10.36902/sjesr-vol6-iss1-2023(147-158)
Soomro, M. (2023). Students and Administrative Staff Interaction: A Socio-Cultural Competence of Pakistani English Address Forms in Academic Discourse. Current Issues in Philology and Pedagogical Linguistics. https://doi.org/https://doi.org/10.29025/2079-6021-2023-2-240-247.
Sumampouw, E. (2000). Pola Penyapaan Bahasa Indonesia dalam Interaksi Verbal dengan Latar Multilingual. Pereksa Bahasa.
Syafyahya, A. & L. (2010). Pengantar Sosiolinguistik. PT Refika Aditama.
Ton, T. (2019). A literature review of address studies from pragmatic and sociolinguistic perspectives. 24–45. https://doi.org/https://doi.org/10.1075/tar.1.01ton.
Wijana, I. D. P. dan M. R. (2006). Sosiolinguistik: Kajian Teori dan Analisis. Pustaka Pelajar.
Yuryeva, Y. B. (2019). Address Form as a Reflection of Ethno-Cultural Style of Communication (based on British and Canadian English). RUDN Journal of Language Studies, Semiotics and Semantics, 10, 532–543. https://doi.org/https://doi.org/10.22363/2313-2299-2019-10-2-532-543.
Yusra, K., Lestari, Y., & Simpson, J. (2022). Borrowing of address forms for dimensions of social relation in a contact-induced multilingual community. Journal of Politeness Research, 19, 217–248. https://doi.org/https://doi.org/10.1515/pr-2021-0022
Zahid, M. Z. (2022). The Meaning of Communication Politeness Viewed from the Qur’an’s Perspective. KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial Dan Keagamaan, 15(1), 1–28.
Zaki, H. I., Basrowi, & K. (2025). Beyond Words: A Literature Review on Pragmatics in Cross-Cultural Communication and Its Impact on Employee Performance. LINGUA: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 21(2), 200–211. https://doi.org/https://doi.org/10.30957/lingua.v21i2.1058

Downloads

How to Cite

TIYA, T. (2025). Kesantunan Berbahasa Mahasiswa sebagai Sarana Studi Bahasa dan Penguatan Identitas Budaya. International Conference on Cultures & Languages, 3(1), 1208-1222. https://conferences.uinsaid.ac.id/iccl/paper/view/460